Posted: 24 Agustus 2010 in Uncategorized

Pendik Santoso, siswa kelas VIII, terlihat asyik dalam wudlunya. Walau agak bersesakan dengan teman yang lain, ia kelihatan santai dan bergembira. Jarang sekali ia menikmati momen seperti ini selain Ramadhan. Usai membasuh kaki kiri pada bilasan terakhir, ia berdoa sambil menengadahkan tangannya ke atas. Sambil membawa sajadah yang ia sampirkan di pundaknya, ia menuju ke lapangan sekolah yang dijadikan tempat untuk sholat. Sholat Maghrib segera akan dilaksanakan. Bertindak sebagai imam adalah bapak kepala sekolah. Tetes air wudlu masih mengalir segar di kening Pendik, sampai pada sujud terakhirnya. Ia kelihatan khusyu dalam sholatnya. Momen ini adalah momen yang paling dinantikannya sejak lama.

Tak jauh beda dengan Pendik, Jhoni juga merasakan hal senada, begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Setelah melaksanakan Sholat Maghrib, beberapa siswa terlihat menamatkan sisa makanan kecil saat berbuka tadi. Sedangkan beberapa siswa yang lain tampak berkelompok melaksanakan tadarusan sambil menantikan waktu Isya’.

Buka bersama adalah momen paling membahagiakan saat Ramadhan. Di dalam hadist Nabi disebutkan ada dua macam kebahagiaan bagi orang yang berpuasa yaitu saat ia berbuka dan saat ia berjumpa dengan Allah SWT. Apalagi, kalau kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama dengan teman ataupun keluarga.

Semangat inilah yang berusaha dibangkitkan oleh civitas SMP Dewo. Karena tak ada momen yang dinilai paling tepat selain Ramadhan. Ramadhan memang menjadi berkah bagi semangat kebersamaan dan kasih sayang antara pendidik dan anak didiknya serta civitas sekolah.

Sholat Tarawih dan Tasyakuran

Suara adzan yang dikumandangkan Yopy Abiyana, S.Pd.I memecah keheningan malam itu. Semua siswa bergegas menuju lapangan, bersiap-siap untuk melaksanakan Sholat Isya dilanjutkan dengan Sholat Tarawih. Bertindak sebagai imam, Kepala SMP Dewo, Drs. Mashadi, M.Pd. Atsmosfir malam itu benar-benar membangkitkan jiwa spiritual siswa. Kalimat takbir dan sholawat yang mereka kumandangkan terdengar seperti gemuruh suara lebah madu.

Usai melaksanakan Sholat Tarawih, seluruh guru dan karyawan kembali berkumpul di lapangan sekolah. Malam itu, seperti yang telah direncanakan sebelumnya, akan diadakan Tasyakuran. Hadir pula dalam perhelatan ini, para anggota komite sekolah dan perwakilan Muspika setempat. Tasyakuran ini dimaksudkan sebagai tanda rasa syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia dan anugerah-Nya. Dalam tasyakuran ini dibacakan yasin dan tahlil. Pembacaan Yasin, dipimpin oleh Wahyudin, S.Pd. Sedang tahlil dipimpin oleh Kepala SMP Dewo, Drs. Mashadi, M.Pd.

Pukul 02.00 WIB dini hari semua siswa bangun untuk melaksanakan Qiyamul Lail. Suasana religius begitu terasa di malam itu. Wirid dan doa yang terlafadkan pada bibir anak-anak muda yang mau beranjak dewasa ini, seperti alunan nada yang mengalirkan lagu indah. Malam itu, benar-benar sejuk dan menentramkan seperti udara gunung yang bergerak pelan menuruni lembah.

Usai melaksanakan Qiyamul Lail, semua siswa kembali bersiap-siap untuk melaksanakan makan sahur. Gemuruh suara lebah kembali terasa. Satu-persatu secara tertib, mereka mengambil jatah makannya yang telah disediakan oleh panitia. Alhamdulillah, sebelum jelang waktu imsak, semua siswa telah selesai melaksanakan makan sahur. Lalu sebelum waktu menyentuh Shubuh, mereka pun telah siap menunaikan sholat di awal waktu.

Paket C Plus

Pelaksanaan Sanlat (Pesantren Kilat) Ramadhan kali ini memang berbeda dari biasanya. Seperti diketahui, ada tiga opsi yang ditawarkan mengenai pelaksanaan Pesantren Ramadhan, Paket A, B dan C. Karena kondisi yang tidak memungkinkan biasanya sekolah kami memilih Paket C, yaitu pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang tidak sampai menginap.  Namun, kali ini sekolah melakukan hal yang sedikit berbeda. Untuk hari terakhir, seluruh siswa dari mulai kelas VII, VIII dan IX diupayakan untuk menginap. Teknisnya adalah pelaksanaan Sanlat Ramadhan terbagi dalam tiga kelompok peserta yaitu kelas VII, VIII dan IX. Masing-masing peserta mengikuti kegiatan ini sesuai dengan jadwal waktu pelaksanaan menurut kelasnya. Kelas VII pada Jumat (13/8), kelas VIII Sabtu (14/8) dan kelas IX Senin (16/8). Sedang pada hari Minggunya (15/8) tetap libur seperti biasa. Seluruh pelaksanaan kegiatan Sanlat Ramadhan berakhir sampai pukul 13.30 WIB. Namun untuk hari terakhir, Senin (16/8) seluruh siswa, baik kelas VII, VIII, dan IX diwajibkan untuk datang kembali ke sekolah pada pukul 16.00 WIB.

Menurut Kepala SMPN 2 Pagerwojo, Drs. Mashadi, M.Pd bahwa Sanlat Ramadhan kali ini memang sengaja menginap untuk mengikuti “Mabit”. Kegiatan Mabit ini merupakan bentuk pembinaan mental spiritual terhadap siswa, khususnya yang berkaitan dengan akhlak, keimanan dan ketauhidan. Selain itu pada kesempatan ini juga diadakan tasyakuran yang melibatkan semua civitas, guru, karyawan dan komite sekolah.

Selama Sanlat Ramadhan, semua guru dilibatkan dalam memberikan materi pembinaan. Materi pembinaan yang diberikan meliputi pembinaan aqidah akhlak, fiqih, serta mental spiritual. Diharapkan dengan pemberian materi pembinaan tersebut, siswa mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan bagi siswa non muslim, bisa menyesuaikan belajar agama selama pesantren kilat berlangsung. Hal itu bisa saja dilaksanakan di rumah ibadah di luar sekolah, tentunya dengan dibimbing oleh masing-masing guru agamanya. Kasek juga mengharapkan bahwa selama menjalankan ibadah puasa, siswa tetap fokus dalam aktivitas belajar seperti biasanya.

Sanlat Ramadhan merupakan kegiatan ritual dan tradisi setiap bulan Ramadhan. Momen ini dinilai tepat dalam membangun mentalitas anak didik untuk bekal kehidupan dalam menghadapi persaingan di era globalisasi saat ini. (Dien)

Hello world!

Posted: 24 Agustus 2010 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!